Hadiri Opening Ceremony di Sunrise Mall ,Ning Ita dan Gus Barra Apresiasi Karya Jurnalis – Seniman Mojokerto

Hadiri Opening Ceremony di Sunrise Mall ,Ning Ita dan Gus Barra Apresiasi Karya Jurnalis – Seniman Mojokerto

MOJOKERTO majapahitpos.com – 8 juli 2026 , Acara Opening Ceremony Pameran Lukisan dan Fotografi bertajuk “Merekam Realitas, Merawat Budaya” yang digelar di Atrium Sunrise Mall.Acara yang diinisiasi oleh Media Center  menampilkan karya eksklusif dari tiga jurnalis sekaligus seniman, yakni Diak Eko, Sofanka, dan Prayogi.

 

Kehadiran Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari (Ning Ita), dan Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra (Gus Barra), dalam opening ceremony tersebut menunjukkan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap ekosistem seni dan ekonomi kreatif. Turut hadir pula Ketua DPRD Kota Mojokerto Ery Purwanti, Wakil Wali Kota Rachmad Sidharta Arisandi, Wakil Bupati Muhammad Rizal Oktovian, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta para kepala perangkat daerah.

 

Dalam sambutannya, Wali Kota Ning Ita mengapresiasi langkah Media Center yang berhasil menggandeng berbagai pihak untuk menyelenggarakan pameran berskala besar di pusat perbelanjaan. Menurutnya, kegiatan seni tidak hanya berfungsi sebagai ruang apresiasi, tetapi juga memiliki potensi strategis untuk menggerakkan roda perekonomian.

“Saya berterima kasih kepada Media Center dan seluruh partner yang telah bersinergi menyelenggarakan pameran ini. Di tengah kondisi ekonomi yang masih perlu diwaspadai, kegiatan seperti ini menjadi langkah positif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Ning Ita.

Ia menambahkan, penyelenggaraan event seni di lokasi strategis seperti Sunrise Mall dapat menjadi magnet bagi wisatawan dari luar daerah. Hal ini diyakini akan memberikan efek berantai (multiplier effect) bagi sektor perdagangan, kuliner, perhotelan, dan jasa lainnya di Kota Mojokerto.

“Jika kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan, tentu akan memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Kita ingin Mojokerto dikenal bukan hanya sebagai kota industri, tetapi juga kota yang ramah seni dan budaya,” tambah Ning Ita.

Pameran ini menghadirkan perspektif unik dari Diak Eko, Sofanka, dan Prayogi. Melalui lensa kamera dan goresan kuas, mereka mendokumentasikan dinamika kehidupan sosial serta kekayaan budaya lokal dengan pendekatan estetika yang mendalam. Tema “Merekam Realitas, Merawat Budaya” dipilih untuk mengingatkan publik akan pentingnya melestarikan identitas daerah di tengah arus modernisasi.

Sementara itu, Bupati Mojokerto, Gus Barra, yang turut meninjau karya-karya yang dipamerkan, menekankan pentingnya ruang-ruang kreatif sebagai wadah ekspresi generasi muda. Ia berharap sinergi antara pemerintah, media, dan komunitas seni dapat terus dijalin untuk melahirkan inovasi-inovasi baru yang berdampak luas.

 

Pameran “Merekam Realitas, Merawat Budaya” terbuka untuk umum dan berlangsung 1 juli 2026 hingga 31 Agustus 2026. Pengunjung dapat menikmati puluhan karya lukisan dan fotografi yang inspiratif tanpa dipungut biaya.

Melalui acara ini, Kota Mojokerto semakin memposisikan diri sebagai destinasi event kreatif yang aktif mendukung pelestarian budaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif daerah. (Sunarmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *